Tuesday, 30 August 2016

Cinta Tak Harus Memiliki








Hanya satu kata, tersusun dari lima huruf yang berbeda. Sangat sederhana. Kata yang sama sekali bukan kata sulit untuk dituliskan, pun untuk diucapkan. Namun kata sederhana ini menjadi jutaan tema dalam kehidupan. Tema dalam kisah bahagia, kisah sedih yang tak ada habis-habisnya, kisah lucu yang menyegarkan, kisah kegalauan remaja zaman sekarang, kisah sukses penuh semangat, dan kisah-kisah lainnya.
Kali ini aku ingin berbagi tentang cinta antar manusia. Teringat akan sebuah kalimat, “cinta tak harus memiliki”. Kalimat yang cukup populer dan sering dijadikan alasan atau sekadar kalimat penghibur bagi mereka yang sedang dilanda kisah cinta episode kesedihan. Kalimat populer ini jelas ditujukan untuk kisah cinta antar manusia. Cinta pada seseorang yang diharapkan dapat menjadi pasangan hidup, namun tak berujung pada pernikahan. Kasihan. Ah, mereka bukan orang-orang yang perlu untuk dikasihani. Karena rasa kasihan hanya akan menambah kesedihan bagi yang mengalami. Malang. Sejatinya orang-orang yang mengalami episode ini bukanlah orang yang malang. Jika disikapi secara baik, hal ini justru dapat melatih yang bersangkutan untuk menjadi lebih sabar, lebih dewasa, lebih bijaksana, dan selalu yakin serta bersyukur akan pemberian-pemberian dari Allah. Karena yakinlah, bahwa Allah akan memberikan yang terbaik yang kita butuhkan, bukan yang terbaik (menurut kita) seperti yang kita inginkan.
Cinta tak harus memiliki. Sedikit terasa mengganjal dalam hati mencermati kalimat ini. Konon kabarnya, fitrah manusia untuk mencintai. Ya, baiklah kalau begitu. Tapi yang mengganjal di sini adalah seseorang mencintai seorang manusia lainnya sebelum dinyatakan sah dan halal. Apakah salah? Entahlah. Suka pada seseorang sebelum menikah, sepertinya tak ada masalah. Tak ada masalah jika hanya sebatas rasa kagum, simpati, suka karena terdapat teladan yang baik dalam diri seseorang. Tapi apakah harus mencintainya? Mengharapkan seseorang tersebut untuk menjadi pasangan hidup, sepertinya itu juga bukan suatu kesalahan. Sangat wajar jika seseorang mengharapkan pasangannya adalah orang yang baik, shalih/shalihah, mengagumkan, dan terdapat suri teladan yang baik dalam dirinya. Wajar, sangat wajar dan manusiawi. Tapi apakah harus mencintainya? Dan apakah harus “dia”?
Kawan, aku bukanlah orang yang penuh kebaikan sehingga aku pantas untuk menggurui dan menasihatimu. Maaf, sekali lagi, maaf. Tugas kita sesama muslim adalah saling mengingatkan pada saudaranya. Dan kali ini, sejatinya aku ingin mengingatkan diriku sendiri, dan ingin berbagi padamu. Mohon ingatkan aku jika ada yang salah, kawan.
Wajar-wajar saja jika kita suka pada seseorang, mengaguminya, itu hal yang manusiawi. Tapi mencintainya, wajarkah? Teringat seorang teman mengatakan kalimat yang juga cukup populer tentang cinta. “Cintai apa yang dimiliki, bukan miliki apa yang dicintai.” Begitu pula kurasa dengan kekasih, pasangan hidup, seorang manusia yang menjadi pendamping dunia akhirat. Sayang sekali jika kita mencintai seseorang yang belum tentu akan menjadi pasangan hidup kita nantinya. Iya kalau jodoh kita adalah dia. Tapi jika bukan, betapa kasihan jodoh kita yang sebenarnya. Ia yang seharusnya mendapatkan cinta seutuhnya, namun sebagian hati telah tertawan pada hati yang lain. Ia yang seharusnya kita cintai, tapi nyatanya hanya mendapatkan sisa-sisa cinta dari sekeping hati kita yang rapuh ini.
“Jodoh itu tak akan tertukar”, begitu celoteh temanku yang lain. Yakinlah bahwa seseorang yang berjodoh dengan kita nantinya adalah yang terbaik. Jadi tak perlu menyibukkan diri untuk mencintai hati yang belum tentu akan mencintai seperti kita mencintainya. Kalaupun ia juga cinta, belum tentu kan berjodoh. Tak sampai hati rasanya bila menyakiti pasangan yang sebenarnya nanti. Dialah yang seharusnya dicintai dengan sepenuhnya. Bukan dengan sisa-sisa cinta, apalagi hanya sebagai pelarian semata. Ada baiknya jika sekarang kita mempersiapkan diri dan menjaga hati untuknya. Tak ingin hati ini ternoda oleh cinta yang salah alamat.
Cintaku hanya akan kuberikan setelah akad nikah. Ijab qobul yang begitu sakral terucap, menggetarkan hati begitu dahsyat sehingga cinta itu kan tumbuh secara alami. Aku hanya ingin mencintainya setelah ia halal bagiku. Sepenuhnya, tanpa terbagi.

Sunday, 28 August 2016

Panipahan penghasil ikan No 2 Di dunia

Panipahan Penghasil Ikan Laut Terbesar Setelah Norwegia - Tak terbantahkan jika perairan Selat Malaka sejak dahulu memiliki potensi alam yang kaya dengan berbagai spesies laut, mulai dari ikan dengan berbagai jenis atau spesies, udang, kerang dan lain sebagainya. Dari perairan ini juga muncul hasil-hasil laut bernilai jual tinggi yang dipasarkan ke berbagai negara di dunia ini. Bahkan perairan Selat Malaka menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat.
Masyarakat di Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau salah satu yang memanfaatkan kekayaan sumber daya alam (SDA) dari perairan Selat Malaka ini. Itu juga yang menjadikan daerah ini sejak dahulu hingga sekarang terkenal sebagai pengekspor ikan terbesar di Indonesia. Bahkan nomor dua sebagai penghasil ikan di dunia setelah Norwegia.

Bayangkan saja, ekspor ikan laut nelayan Panipahan ke Malaysia untuk saat ini mencapai 20 ton per tiga hari. Sementara untuk jenis lokal yang dipasok ke Tanjungbalai mencapai 5 ton per hari. “Untuk ekspor ke Malaysia 20 ton per tiga hari. Untuk Tanjungbalai 5 ton perhari,” ungkap Alim, salah seorang penampung ikan laut kepada saat MedanBisnis, akhir November lalu di Panipahan.

Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan setempat menurutnya diekspor ke Malaysia dengan memanfaatkan jasa angkutan kapal ekspedisi pengangkutan 200 fiber ikan. “Jenis ikan yang paling dominan dihasilkan perairan Panipahan yakni ikan senangin selebihnya ikan bawal, gembung, udang kelong dan beberapa jenis lainnya,” terangnya.

Ikan yang diekspor merupakan hasil terbaik dari seleksi yang dilakukan. “Untuk ekspor minimalnya ikan senangin yang berbobot minimal satu ons per ekor,” jelasnya lagi.

Tak hanya ikan, kerang dan udang juga banyak terdapat di perairan itu. Kualitasnya juga  sama dengan ikan yang diekspor. Untuk udang, yang banyak ditemukan adalah jenis eiko. Bahkan udang eiko ini merupakan jenis udang kebangaan masyarakat daerah itu.

“Sebutan udang eiko ini cukup banyak, ada yang menyebutnya dengan udang lipan, udang mentadak atau udang ronggeng. Namun yang jelas udang laut ini sangat banyak diperdagangkan. Begitu juga dengan peminatnya, sangat banyak,” ucap Alim.

Secara fisik, udang lipan memiliki tampilan fisik yang unik. Sekilas tampak menyerupai lipan dan tak mirip dengan udang kecuali karena memiliki capit seperti udang lainnya. Biasanya udang jenis ini banyak terdapat di wilayah kepulauan dengan ukuran tubuh rata-rata mencapai 30 cm lebih dengan bobot berkisar antara 20 – 200 gr per ekor,” ujarnya.

Tidak hanya itu, mulai dari kepala, kedua sisi tubuhnya, sampai ekor memiliki senjata yang sangat tajam. Sehingga perlu kehati-hatian ketika menangkap jenis udang ini. “Jika tidak, kulit tangan kita bisa-bisa kena jepit. Parahnya, dapat menimbulkan demam dan bahkan mengakibakan pembengkakan pada bekas luka jepitan,”  kata Alim.

Walaupun bentuknya menyeramkan, udang jenis ini rasanya sangat lezat dan gurih. Itu  juga yang menjadikan harga udang ini lumayan mahal apalagi kalau sudah disajikan di restauran. “Jadi, tak heran jika kita berkunjung ke daerah Panipahan akan disuguhi berbagai jenis hasil laut dengan beragam masakan. Dan, rasanya luar biasa, lezatnya,” kata Alim sembari tersenyum.

Selain memiliki rasa yang enak, udang ini juga memiliki mitos bagi warga sekitar Panipahan dan kawasan lainnya yang memiliki ketersediaan jenis udang tersebut.

Ada yang mengatakan apabila mengonsumsi udang ini khususnya kaum pria bisa menambah keperkasaan. “Tentu saja hal itu masuk di akal, karena udang ini memiliki kadar protein yang tinggi, sebut Alim.

Panipahan Kota Terapung

ROKAN HILIR, POTRETNEWS.com - Tidak banyak yang tahu tentang potensi pariwisata di Provinsi Riau karena memang jarak dipromosikan. Namun jika kita teliti ada beberapa objek wisata yang sangat potensial di Panipahan, Ibu Kota Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Menuju Panipahan, yang dijuluki kota di atas laut, kita menaiki speedboat selama satu setengah jam. Boat berbendera Indonesia ini berjalan dalam kecepatan standar. Sepanjang jalan, pengunjung akan menikmati pemandangan, mulai dari penggalangan kapal, pinggir pantai yang ditumbuhi pepohonan yang masih perawan hingga laut lepas berbatasan langsung dengan Selat Malaka.
Kota Panipahan dihuni sekira 20.000 jiwa. Dengan memiliki tujuh kepenghuluan. Ribuan rumah yang berada di kota ini, ditopang oleh puluhan kayu penyangga sebagai pondasi pada setiap petak rumah. Tinggi kayu balok sebesar lengan orang dewasa itu bervariasi.
Ada tiga meter sampai enam meter, tergantung keberadaannya ketengah laut atau ke pinggir pantai. Masyarakat di sini tergabung dari berbagai suku, di antaranya warga Tionghoa, Melayu, Batak, Jawa dan lainnya. Mereka hidup rukun, damai dan saling menghormati.
Di sini tidak ada orang yang memiliki kendaraan roda empat. Mereka hanya memakai kendaraan roda dua, karena kotanya memiliki jalan dengan lebar dua setengah meter.
Pasar berada dipinggir jalan. Pedagang kecil menumpang di depan pedagang yang memiliki kedai tetap. Dia menjual hasil laut seperti ikan, pensi, kerang dan sejenis lainnya di pasar.
Pada umumnya masyarakat Penipahan mata pencahariannya adalah melaut. Laki laki perempuan bisa membuat atau membenahi jaring penangkap ikan. Pembenahan ini dilakukan di rumah, sabelum pergi ke laut. Hasil tangkapan di jual kepada pembeli lokal.
Masyarakat Panipahan juga membudidayakan tambak udang yang dikenal dengan udang eko, untuk ekspor ke luar negeri. Sebelum keluar negeri udang dijual ke daerah Tanjungbalai Karimun.
Pembudidayaan itu dibantu oleh koperasi lokal. Sehingga usaha mereka bisa berjalan dengan lancar. Kota Panipahan dilengkapi oleh tower telekomunikasi. Sehingga jalur informasi tidak sulit. Pemerintah setempat membangun jalan yang dulunya terbuat dari kayu sekarang sudah menjadi beton.
Bangunan di atas laut, bukan saja rumah penduduk atau kantor, tapi sekolah satu atap juga dibangun diatas laut dengan luas sekitar dua hektar. Siswa sekolah ini terdiri dari TK, SD, SMP dan SMA dengan jumlah sekira delapan ratus orang.

5 Cara menghadapi Masalah

Apa saja Cara-cara Menghadapi Masalah? Sebagaimana kita ketahui, bahwa kita hidup itu pasti punya masalah. Masalahnya terkadang tidak semua orang mampu mengatasi masalah tersebut. Sehingga jika ada masalah terkadang mereka bisa lari dalam hal-hal negatif. Mereka lari ke berbagai hal yang malah justru merusak hidup mereka. Seperti lari ke narkoba, mabuk-mabukan dan lain-lain.
Ada yang mengatakan kalau besar kecilnya masalah itu tergantung dari orang yang menyikapinya. Ya, itu memang benar, namun kita juga harus tahu bahwa setiap manusia itu juga di uji dengan kadar yang berbeda-beda. Artinya ada yang masalahnya lebih berat dan ada juga yang masalahnya hanya kecil. Bila masalah kita berat maka boleh jadi kita dinilai lebih kuat oleh Tuhan.


5 Cara-cara Menghadapi Masalah

Sebuah masalah…seperti apapun tanggapan anda terhadapnya, anda harus menghadapinya! Bagaimana cara-cara menghadapi masalah? Nah, jika saat ini anda sedang memiliki masalah, maka simaklah cara-cara berikut :

1.Tenangkan Pikiran anda

Hal pertama yang mesti dilakukan adalah tenangkanlah pikiran. Jangan panik dan emosional ketika menghadapi masalah. Masalah kadang malah membuat anda tidak bisa berpikir jernih. Tetaplah bersikap tenang dan pikirkan solusi untuk masalah anda tersebut. Pikiran yang emosi dan kemarahan justru akan membuat pikiran anda tidak tenang dan biasanya malah akan memperburuk keadaan.
Pikiran yang tenang akan membuat anda lebih nyaman dan tidak bertindak tergesa-gesa. Karena bertindak tergesa-gesa sangat tidak dianjurkan, karena perbuatan yang tergesa-gesa biasanya tanpa menggunakan pemikiran yang matang dan malah akan membuat masalah baru.

2.Cobalah untuk Berpikir Positif

Apabila pikiran anda sudah tenang, maka langkah selanjutnya adalah berpikir positif. Cobalah untuk berpikir positif dan optimis bahwa masalah yang sedang di hadapi akan bisa anda selesaikan dengan segera. Ingatlah bahwa tidak ada masalah tanpa sebuah solusi. Sebuah masalah diciptakan oleh Allah pasti lengkap dengan solusinya. Bukankah apa yang ada didunia ini diciptakan oleh Allah secara berpasangan. Apa pasangan dari masalah, tentunya adalah jalan keluar. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Baca juga artikel berikut :
Masalah itu memiliki makna yang berbeda di mata Allah untuk setiap manusia. Masalah orang yang satu tentu berbeda maknanya dengan masalah yang lainnya. Ketika anda berpikir positif anda dapat dengan mudah menerima sebuah masalah sebagai cobaan atau salah satu cara agar anda lebih dewasa. Dengan berpikir positif juga dapat membuat anda mampu berpikir kreatif untuk mencari solusi.

3.Gunakan Cara Berpikir Kreatif untuk Menemukan Solusi

Tentunya bila ada masalah, maka harus segera diselesaikan jalan keluarnya. Hanya saja terkadang sebuah jalan keluar memang perlu dipikirkan. Karena masalah terkadang tidak akan selesai dengan sendirinya. Itu mengapa Allah menciptakan manusia lengkap dengan otak untuk berpikir. Maka, pikirkanlah jalan keluarnya. Gunakan cara berpikir kreatif untuk menemukan solusi.
Putarlah otak anda sebaik mungkin dengan mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Keluarkan ide-ide yang selama ini ada dibenak anda yang mungkin dapat membantu keluar dari masalah tersebut. Jika anda merasa sama sekali tidak kreatif, maka cobalah untuk lebih kreatif. Bagaimana caranya? Akan sangat panjang bahasannya jika dibahas disini. Namun, saya pernah menulis artikel bagaimana caranya agar bisa berpikir kreatif dan lebih jenius, termasuk dalam menyelesaikan masalah baca artikelnya berikut :
Jika anda merasa bingung tidak memiliki solusi apapun, itu mungkin karena anda kurang kreatif menemukan solusi. Ada banyak solusi, dan tidak semua kita ketahui, Disinilah pentingnya memiliki keterampilan berpikir kreatif, agar Anda siap menghadapi masalah. Berpikir kreatif adalah cara menghadapi masalah terbaik dan menyelesaikannya.

4.Mintalah Pertolongan Allah

Masalah ada karena kita sendiri yang menciptakan dan Allah yang menyetujuinya. Allah menyetujuinya dan kemudian menciptakan juga sebuah solusi yang tepat dan terbaik buat kita. Dia yang paling tahu apapun yang terbaik, termasuk bagaimana solusinya. Terkadang, kita merasa masalah itu seperti tidak ada jalan keluar sama sekali. Padahal, itu kan tidak mungkin.
Mana mungkin ada masalah yang tidak punya penyelesaian. Nah, Hal inilah yang tidak boleh anda lewatkan sama sekali. Maka mintalah pertolongan Allah. Cobalah untuk mendekatkan diri anda dengan Allah.
Mendekatkan diri kepada Allah juga dapat membantu berpikir tenang dan berpikir positif setiap anda tertimpa masalah. Ingat, ini bukanlah pelengkap untuk Cara-cara Menghadapi Masalah, namun ini adalah hal utama yang harus kita lakukan. Akan lebih baik jika kita terus menerus mendekatkan diri pada Allah sehingga tidak hanya membantu menghadapi masalah juga diharapkan dapat membantu menghindarinya dan mencegah untuk tidak muncul lagi. Seharusnya hanya kepada Allah lah kita berserah diri, baca artikel :

5.Jangan Putus Asa Menghadapi masalah

Jangan pernah berputus asa menghadapi masalah. Berputus asa menghadapi masalah berarti anda telah gagal menghadapi ujian. Sering kali, masalah itu membutuhkan waktu untuk diselesaikan, bahkan bisa bertahun-tahun. Ini akan menjadi tantangan emosional yang mengarahkan kita untuk mencari solusi instan karena ketidaksabaran dan kemalasan kita. Padahal, jika kita berpikir jernih, masalah tersebut memang membutuhkan waktu.

Kesimpulan Cara-Cara Menghadapi Masalah

Cara-cara menghadapi masalah bisa disimpulkan sebagai berikut.
  • Tenangkan Pikiran
    Ini penting untuk menghindari kemungkinan lain yang lebih buruk dan untuk mengurangi stres.
  • Berpikir Positif
    Pikiran positif dan optimis akan menarik lebih banyak hal positif yang akan terjadi.
  • Berpikir Kreatif
    Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan sikap kreatif. Karena sikap kreatif bisa membuat kita lebih berpikir keras dan bisa menemukan jalan keluar dari masalah.
  • Meminta Pertolongan Allah
    Dekatkan diri anda kepada Allah, sehingga tidak hanya membantu menghadapi masalah juga diharapkan dapat membantu menghindarinya dan mencegah untuk tidak muncul lagi.
  • Jangan Berputus asa
    Jangan berputus asa, karena putus asa itu menandakan anda berpaling dari Rahmat Allah. Percayalah bahwa Allah akan selalu menolong kita.
Jika Anda Ingin cara yang Lebih Dahsyat dan cepat dalam mengatasi masalah, baik masalah pribadi, utang, bisnis dan sebagainya, selengkapnya 
Itulah Cara-cara Menghadapi Masalah, semoga saja bermanfaat bagi anda, terutama yang lagi terkena masalah, saya doakan juga semoga cepat teratasi. Mohon maaf jika ada kekurangan dan terimakasih sudah membaca artikel cara-cara menghadapi masalah ini.

Sejarah Pulau Jemur (Riau Punya)

Pulau Jemur Dalam Sejarah

Daftar 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau

Daftar 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau

Daftar kode dan nama 12 kabupaten/kota beserta ibu kota kabupaten yang ada di Provinsi Riau yang terdiri dari 10 kabupaten dan 2 kota pada tahun 2015 berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia adalah sebagai berikut:


No
Kode
Kabupaten/Kota
Ibu Kota Kabupaten
1
14.01
Kabupaten Kampar
Bangkinang
2
14.02
Kabupaten Indragiri Hulu
Rengat
3
14.03
Kabupaten Bengkalis
Bengkalis
4
14.04
Kabupaten Indragiri Hilir
Tembilahan
5
14.05
Kabupaten Pelalawan
Pangkalan Kerinci
6
14.06
Kabupaten Rokan Hulu
Pasir Pengaraian
7
14.07
Kabupaten Rokan Hilir
Bagansiapiapi
8
14.08
Kabupaten Siak
Siak Sri Indrapura
9
14.09
Kabupaten Kuantan Singingi
Taluk Kuantan
10
14.10
Kabupaten Kepulauan Meranti
Selatpanjang
11
14.71
Kota Pekanbaru
-
12
14.72
Kota Dumai
-

Saturday, 6 December 2014

belajar pemograman visual basic

Form table nilai mahasiswa










Public Class Form1
    Sub buattable()
        lv.Columns.Add("npm", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("nama", 120, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("mkuliah", 140, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("nuts", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("nuas", 120, HorizontalAlignment.Center)
        lv.view = View.details
        lv.gridlines = True
        lv.fullrowselect = True
    End Sub
    Sub isitable()
        Dim isi As New ListViewItem
        isi.Text = npm.Text
        isi.SubItems.Add(nama.Text)
        isi.SubItems.Add(mkuliah.Text)
        isi.SubItems.Add(nuts.Text)
        isi.SubItems.Add(nuas.Text)
        lv.Items.Add(isi)

    End Sub
    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        buattable()
        npm.Items.Add("13111052")
        npm.Items.Add("13111062")
        npm.Items.Add("13111110")
        mkuliah.Items.Add("pemograman visual")
        mkuliah.Items.Add("sistem basis data")
        mkuliah.Items.Add("struktur data")
      


    End Sub

  
    Private Sub nuts_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles nuts.TextChanged
       
    End Sub

    Private Sub npm_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles npm.SelectedIndexChanged
        If npm.Text = "13111052" Then
            nama.Text = "sabam"
        ElseIf npm.Text = "13111062" Then
            nama.Text = "abdul"
        Else
            npm.Text = "13111356"
            nama.Text = "rini"
        End If
    End Sub

    Private Sub Btnproses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnproses.Click
        nangka.Text = 0.4 * nuts.Text + 0.6 * nuas.Text
        If nangka.Text >= 80 Then
            nhuruf.Text = "A"
        ElseIf nangka.Text >= 70 Then
            nhuruf.Text = "B"
        ElseIf nangka.Text > 60 Then
            nhuruf.Text = "C"
        ElseIf nangka.Text > 50 Then
            nhuruf.Text = "D"
        Else
            nhuruf.Text = "E"
        End If
       

    End Sub

    Private Sub Btnisilist_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnisilist.Click
        isitable()
        npm.Text = ""
        nama.Text = ""
        mkuliah.Text = ""
        nuts.Text = ""
        nuas.Text = ""
        nangka.Text = ""
        nhuruf.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Btnhapusnpm_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapusnpm.Click
        lv.Items.Remove(lv.SelectedItems(0))
    End Sub

    Private Sub Btnhapuslist_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapuslist.Click
        lv.Items.Clear()
    End Sub

    Private Sub Btnhapusdata_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapusdata.Click
        lv.Items.Clear()
    End Sub

    Private Sub Btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkeluar.Click
        Me.Close()

    End Sub
End Class